Breaking News
Home / Perbaikan Elektronika / Memperbaiki TV LCD LED Mati Total

Memperbaiki TV LCD LED Mati Total

Mau belajar Memperbaiki TV LCD atau LED yang rusak nya mati total?

Yuk kita bahas bersama sama tentang kerusakan TV yang mati total baik itu TV LCD maupun TV LED.

TV LCD atau TV LED sangat berbeda degan TV tabung atau tv konvensional yang biasa kita lihat. Mulai dari sistem blok kerja nya sampai dengan rancangan hardware nya.

Jika TV tabung memiliki satu buah board yang menjadi satu kesatuan dari beberapa fungsi, berbeda hal nya dengan TV LCD ataupun TV LED. TV LCD ataupun TV LED memiliki beberapa modul elektronik terpisah yang berkerja bersama dengan dihubungkan melalui kabel penghantar ke setiap modul nya.

Beberapa blok umum yang ada pada TV LCD LED adalah :

  • Modul power supply
  • Modul utama
  • Modul TCON
  • Modul Inverter atau Modul Driver backlight

Namun pada TV dengan jenis plasma terdapat beberapa modul tambahan lagi yang diperlukan untuk dapat menyalakan sebuah display dengan tipe plasma. Yaitu modul y sustain dan z sustain.

Mesin TV LED
Mesin TV LED. Sumber : http://www.servis-tv.com

 

Jika kita mengalami kerusakan TV mati total, tentunya yang kita harus kita perhatikan adalah ada tidaknya tegangan listrik yang masuk ke modul power supply.

Tidak adanya tegangan yang masuk tentunya akan langsung menjadi sumber kerusakan yang membuat tv menjadi mati total. Penyebab tidak adanya listrik masuk ke modul power supply biasanya disebabkan oleh :

  • Sumber listrik memang tidak ada
  • Kabel power yang putus
  • Konektor tidak bagus
  • Fuse putus

Nah jika beberapa poin itu sudah diperiksa maka pemeriksaan selanjut nya dilakukan langsung pada modul power supply TV tersebut. Mulai dari pemeriksaan rangkaian penyearah tegangan atau yang sering disebut dengan kiprok.

Ada beberapa TV  yang pada modul power supply nya masih menggunakan 4 buah dioda dirangkai jembatan, dan juga ada yang sudah menggunakan satu buah komponen dioda kiprok.

Contoh Gambar Kiprok

Dioda kiprok berfungsi sebagai rangkaian pengubah arus AC menjadi DC dengan sistem penyearahan gelombang penuh dan kemudian di filter tegangan gergaji nya atau DC tidak murni nya dengan sebuah kapasitor besar dengan tegangan 400V.

Biasanya jika terjadi kerusakan pada dioda kiprok maka tegangan menuju kapasitor 400v ini tidak akan terbaca sesuai dengan tegangan normal nya yaitu sekitar 300VDC atau yang keluar bisa jadi menjadi tegangan AC jika dioda kiprok ini rusak dengan kondisi “short” atau hubung singkat.

Komponen ini dapat dicek dengan menggunakan AVO meter pada mode dioda ataupun dengan mode ohm meter biasa, jika tegangan bias maju dan  bias mundur tidak terdeteksi sebagaimana mestinya maka wajib kita untuk menggantinya.

Selanjutnya tegangan 300v itu akan menuju rangkaian penghasil frekwensi tinggi untuk lilitan primer pada bagian trafo switching. Yaitu rangkaian penghasil PWM serta sebuah MOSFET sebagai driver tegangan trafo switching. Namun ada beberapa power supply yang juga menggunakan komponen tipe STR, dimana mosfet dan PWM generator menjadi satu dalam sebuah komponen.

Contoh Fisik Mosfet

Jika komponen ini rusak biasanya osilasi tegangan pada lilitan primer trafo switching tidak akan terjadi. indikasi utama tidak bekerjanya rangkaian ini dapat dilihat dari tidak adanya signal pada kaki GATE pada komponen mosfet.

Sangat sering terjadi bahwa komponen mosfet untuk driver trafo switching ini short atau putus. Jika terjadi short atau hubung singkat pada komponen mosfet ini biasanya akan terjadi konsleting listrik atau MCB menjadi trip. Ada juga yang sampai membuat fuse pada modul power supply putus.

Jika pada bagian ini masih bekerja dengan normal maka tegangan pada lilitan sekunder akan terdeteksi. Tegangan pada bagian ini dapat diukur dengan menggunakan range ukur pada tegangan AC karena belum melalui rangkaian penyearah. Namun jika sudah melewati rangkaian penyearah maka akan terdeteksi tegangan DC di setelah dioda dan kapasitor.

Jika pada trafo bagian sekunder terdapat tegangan namun pada titik ukur setelah dioda penyearah tidak ada tegangan maka bisa dipastikan terjadi kerusakan pada rangkaian penyearah.

Ada juga kejadian, tegangan muncul namun nilainya tidak stabil atau naik turun. Kerusakan seperti itu biasanya disebabkan oleh komponen optocoupler yang sudah rusak atau transistor yang terhubung pada optocoupler mati sehingga proses pendeteksian tegangan menjadi tidak stabil.

Tegangan tegangan yang ada pada output modul power supply menuju mainboard TV biasanya tidak dapat muncul semua karena belum diaktifkan oleh mainboard tv tersebut. Namun untuk sekedar menguji tegangan nya normal atau tidak kita bisa mengaktifkan nya dengan menjumper tegangan standby menuju pin power on pada power supply. Tegangan standby ini biasanya 5v atau 3.3v tergantung jenis mainboard tv nya memerlukan tegangan berapa untuk menyalakan IC utama.

Nah beberapa praktek pengecekan dan penggantian komponen pada power suppy TV LED bisa kalian saksikan pada video yang sudah dibuat oleh pemilik website duwiarsana.com berikut ini.

About Tukang Solder

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: